Earwig, Band Fiktif Tapi Keren

Banyak yang suka berandai, saat bad day balik jadi anak kecil saja yuk. Apalagi kalau ditambah bisa main sihir. Wah dijamin bakal melebihi nakalnya Ayatsuru a.k.a. Aya Tsuru a.k.a. Earwig a.k.a. Erica Wigg. Yup, tahu tokoh dalam film berjudul Aya To Majo ( di negeri asalnya biasanya ditulisアーヤと魔女) ini kan ? 

Karya Ghibli

Aya to Majo ini animasi 3DCG pertama garapan Studio Ghibli. Sejak akhir tahun 2021 lalu, bisa kita menyaksikannya melalui Netflix. Mungkin karena 3DCG perdana, rasanya kisah tentang penyihir ini masih belum mampu menyihir kita sebagaimana biasanya Ghibli melakukannya dengan sukses. Tapi diluar itu, sejujurnya keterlibatan si Petualang Sherina Munaf dalam proyek ini menjadi daya tarik. Kok bisa ada Sherina ya ?

Sumber foto diunduh dari web resmi Aya and The Witch


Dalam Aya to Majo atau dalam judul Inggris Aya and The Witch, Sherina ternyata kejatah jadi seiyuu (dubber dalam industri entertainment Jepang) juga. Ia memerankan ibu kandung Aya yang seorang vokalis (dan tentunya penyihir dong). Cek saja dulu di menit ke 05:02. Suara yang tidak asing bagi publik Indonesia.

Terkait ceritanya, Aya to Majo ini diadaptasi dari novel fantasi karangan penulis Inggris Diana Wynne Jones pada 2012 sebagai karya terakhirnya. 

Yosh, kita tau kan Studio Ghibli rajin memasang tokoh utama seorang perempuan tangguh. Kadangkala petakilan. Dan begitulah karakter si tokoh utama. Meski gambaran tokohnya entah kenapa terlihat sinis, tapi dia menyimpan kebaikan hati yang semakin terlihat menjelang akhir cerita. Mungkin sesuai semangat kata Earwig / Ayatsuru yang berarti mendominasi. Bukan semata membuat kebahagiaan diri sendiri namun juga mendominasi yang lain terlibat dalam rasa tersebut. Sayangnya Aya to Majo terasa terburu-buru. Kedodoran di akhir film. Namun diluar itu, original soundtracknya ini yang menarik. 


Earwig Band Fiktif Dari Ghibli

Beda banget dari kebiasaan Ghibli. Karena mereka mengusung Glam Rock dan Progresif Rock Inggris era 70'an untuk karakter band fiktif bernama Earwig yang cukup sentral dalam cerita. 

Adalah Satoshi Takebe yang mendapat peran sebagai komposer. Permainan indah piano Satoshi-san sebelumnya dapat kita dengar melalui From Up on Poppy Hill menjadi terdengar lebih gahar. Selain meramu komposisinya, Satoshi Takebe juga berperan memainkan keyboard dalam band. Bahkan ia berseloroh jika tampilan karakter Mandrake sedikit banyak mirip dengannya.  

Selain dirinya, lines up band terdiri dari Sherina Munaf, drummer Shishido Kavka, gitaris GLIM SPANKY Hiroki Kamemoto dan bassist band emo Mrs. GREEN APPLE Kiyomune Takano. Earwig Band masuk dalam kompilasi album Earwig and the Witch : Original Soundtrack

Gambar diunduh dari apple music

Dalam total durasi 38:30 penampilan full Earwig ada di track 12, 20 dan track bontot 23. Itupun track 12 dan 20 sama-sama memasang "Don't Disturb Me" hanya dalam versi yang berbeda (radio casette player version dan original version). Kabarnya Sherina sempat merasa khawatir untuk bernyanyi dalam bahasa Jepang dengan tempo cepat. Tapi hasil latihan maratonnya perlu diapresiasi. Sementara lagu yang powerfull tapi kawaii "Atashi No Sekai Seifuku / The World is in My Hand" ada di track akhir. 

Sementara dua puluh track lain berisi instrument dengan bermacam genre. Paling suka sih track 4 "It's Up To You" yang mengingatkan pada Rolling Stones. Apalagi scoring ini muncul pas adegan Aya melatih keberanian sahabatnya, Custard di atap panti asuhannya. Waah, makin berasa semangat merdekanya. 

Sayang sekali album ini tidak beredar di Indonesia, padahal vokali Earwig asli Indonesia kan

Nah, sepertinya karena benar-benar terdiri dari personel anak band, band fiktif Earwig kemudian merilis album soundtrack terpisah berjudul Earwig : 13 Lime Avenue. Rilis akhir Januari 2022 lalu di Jepang. 

Dalam album berisi 10 track ini Sherina tak bernyanyi sendirian. Drummer Shishido Kavka yang memang juga solois turut menyumbangkan suara di "Sweet Little Boy John" serta "Pie and Chips". Kamemoto pun memasang aksi rekan sebandnya di GLIM SPANKY, Remi Matsuo untuk menyanyikan "The House in Lime Avenue" dan "A Black Cat". Yeah berasa mendengar Elda Stars & Rabbit versi Jepang pokoknya. 

Ada juga yang mengisahkan Tante Bella Yaga "Belladonna" dan "One Brown Eye & One Blue Eye" dinyanyikan Hikaru Yamamoto. Lalu Sherina ? Yuph, pemeran Emaknya Ayatsuru ini masih menyanyikan "Don't Disturb Me". Ditambah "He Has Long Ears" dan "Twelve Witches". Whoaaa. 

Meski berbahasa Jepang, band ini terasa universal kok. Karena minim unsur polyphonic yang kerap jadi khas soundtrack anime ya. Tapi tenang, pecandu walking bassline khas Jepang tetap takkan terlewatkan itu. Yeiy !! Biar makin seru instrumen berjudul "On The Dirty Table" dipasang di track ke-7. Overall 4 vokalis perempuan berbeda karakter ini terdengar bisa mewakili beberapa tokoh dan bagian cerita dari film. 

Don't disturb me. Atashi wo wazu wasu yatsu ra wa. (Don't disturb me. Biarkan saja mereka yang mengganguku)

Duuuh, kok malah jadi suka band fiktif Earwig ya. Padahal enggak tau siapa nama vokalisnya. ^_^ kasih tau ya kalau udah dapet nama Emaknya Ayatsuru

Komentar

Popular

Funiculi Funicula

Mau Berbagi Suami (Lagi) ?