Novel Dua Belas Pasang Mata
Kisah Guru Ditengah Dampak Peperangan " Jangan 'mati terhormat'. Pulanglah dengan selamat " (hal.189) Ucapan Koishi Sensei ini bukan tanpa alasan. Dampak peperangan membuatnya tegas mengatakan hal itu kepada para mantan muridnya, meski ditentang putranya sendiri. 二十四 の 瞳 atau Dua Belas Pasang Mata merupakan novel terjemahan karya Sakae Tsuboi . Perempuan kelahiran 1899 ini mulai menggeluti dunia sastra sejak 1925. Karyanya didominasi tema kehidupan sosial dan tokoh anak-anak . Dua Belas Pasang Mata oleh Sakae Tsuboi ini merupakan terjemahan dari novel Jepang berjudul Nijushi no Hitomi. Di Indonesia diterbitkan Gramedia Pustaka Utama. Buku dalam foto merupakan cetakan kesebelas tahun 2022. Memiliki 248 halaman. Saat itu, Dua Belas Pasang Mata menjadi salah satu novel anti perang meski tak pernah ada bahasan cara menghentikan perang. Namun dampak yang dihadapi anak-anak suatu pedesaan miskin membuat kita berpikir panjang akan buntut kengerian perang. Kepolosan m...