Detective Conan VS Theme Song

Sebagai penikmat Detective Conan sejak bocah, perhatian tak lagi fokus pada kasus dalam cerita semata. Lagu tema juga sayang untuk dilewatkan. Tak sekedar penanda penayangan, lagu-lagu tersebut adakalanya menjadi clue sederet cerita.

Diluar main theme Detective Conan karya Katsuo Ohno yang sangat legendaris sejak 1996, serial ini memiliki puluhan opening dan closing theme. Berlaku untuk serial, film, kompilasi hingga ova. Namun dari semua ada beberapa nama yang langganan nih sebagai pengisi lagu tema Conan. Siapa saja ya ?

1. Mai Kuraki, Solois Pemegang Rekor

Bergenre pop dan R’nB, penyanyi asal Jepang ini telah merambah pasar Amerika sejak 1999. Berkaitan dengan Case Closed, Kuraki adalah pemegang rekor dunia Guinness untuk menyanyikan lagu tema terbanyak yaitu 21 lagu dalam sebuah serial animasi pada 2017. Hampir semua lagunya ini meraih peringkat 7 besar di tangga lagu Oricon.

Gambar diunduh dari site milik Detective Conan World

Kuraki aktif mengisi lagu tema Detective Conan sejak tahun 2000. Bahkan album keempatnya yang rilis 2017, berkolaborasi dengan serial kaya Aoyama Gosho ini. Tapi dari semua karyanya, sepertinya yang paling nempel di ingatan adalah Secret of My Heart sebagai closing theme episode 180-204. Apalagi lagu ini juga mendapat Japan Gold Disc Award 2000 sebagai song of the year.

Selain itu Mai Kuraki juga mencatatkan lagu-lagu berikut sebagai opening theme Detective Conan. Sebut saja : Winter Bells (eps. 259-270), Kaze no Lalala (eps. 306-332), Growing of My Heart (eps. 415-424), Ichibyogoto ni Love for You (eps. 505-514), Revive (eps. 521-529), Summer Time Gone (eps. 583-601), Try Again (eps. 681-695), Dynamite (eps. 757-773), Barairo no Jinsei (eps. 927-940) dan ZERO Kara Hajimete (eps. 1000-1020)

Untuk closing theme selain Secret of My Heart, Kuraki juga menyanyikan Start in My Life (eps. 219-232), Always (eps. 233-247), Shiroi Yuki (eps. 459-470), Tomorrow is The Last Time (eps. 588-470), Your Best Friend (eps. 629-643), Koi ni Koishite (eps. 667-686), Muteki na Heart (eps. 750-762), Sawage Life (eps. 827-842), Yesterday Love (eps. 843-864), Togetsukyo ~Kimi Omou~ (eps. 876-886), Kimi to Koi no Mama de Owarenai Itsumo Yume no Mama ja Irarenai (eps. 928-951) dan Veronica (eps. 1016 – 1028).

Selain serial, Detective Conan the Movie juga tak luput dari suara penyanyi yang ngefans berat Whitney Houston ini. Keseluruhan Kuraki terlibat dalam lagu tema 4 film Conan. Yaitu : DC#5 Countdown to Heaven dengan menyanyikan Always. Kemudian A Time After Time ~Hana Mau Machi de~ dalam DC#7 Crossroad in The Ancient Capital dan Puzzle dalam DC#13 The Raven Chaser. Berikutnya lagu yang sudah cukup dikenal dari serialnya yaitu Togetsukyo ~Kimi Omou~ juga menjadi tema DC#21 The Crimson Love Letter. Intronya emang secatchy itu sih.

Tak hanya Detective Conan, Mai Kuraki juga turut serta mengisi lagu tema untuk waralaba animasi ini yaitu Culprit Hanazawa serta Magic Kaito.

2. B’z, Penakluk Puncak Oricon.

Duo hardrock asal Jepang ini sudah aktif sejak 1987. Meski keterlibatannya tak sebanyak Mai Kuraki dalam Detective Conan, B’z (baca : Bizu) justru kerap menempatkan lagu tema karyanya di peringkat satu tangga lagu Oricon.

Gambar diunduh dari mini tokyo

Paling ikonik jelas tuh Girigiri Chop. Tak Matsumoto dan gitaris Koshi Inaba sendiri menyebut bahwa kalimat judul itu tak memiliki arti khusus. Meski demikian sing a long banget kan ?🎶 Girigiri.. !!🎸

Selain Girigiri Chop (eps. 143-167), ada pula Shodo Jan (eps. 425-437), Don’t Wanna Lie (eps. 613-626), Q&A (eps. 696-717), Sekai wa Anata no Ironi Naru (eps. 817-844) dan Sleepless (eps. 1033-1048). Sementara single berjudul Pilgrim menjadi closing theme eps. 627-628 sekaligus closing theme Magic Kaito.

Detective Conan the Movie memasang 5 karya B’z. Tiga diantaranya meraih peringkat satu Oricon yaitu : Everlasting untuk DC#6 The Phantom of Baker Street, Yuruginai Mono Hitotsu untuk DC#10 The Private Eyes Requeim dan lagi-lagi Don’t Wanna Lie untuk DC#15 Quarter of Silence. Lagu lawas tahun 1999 yang berjudul ONE menjadi lagu tema DC#3 The Last Wizard of The Century. Sementara DC#20 The Darkest Nightmare memasang Sekai wa Ironi Naru sebagai lagu tema.

Meski hanya berdua, penampilan B’z kerap didukung supporting member. Salah satunya basist kenamaan Billy Sheehan pada tahun 2002. B’z juga menjadi artis Asia pertama yang tanda tangannya ada di Hollywood’s Rock Walk. Ini seperti yang disarankan oleh Steve Vai.

3. Breakerz, Penggubah Lirik Romantis

Solois ternama Jepang, Daigo membentuk sebuah band bersama Akihide dan Shinpe pada 2006. Seperti umumnya Japanese band, musik Breakerz langsung terasa cocok untuk lagu tema animasi. Yang menarik, mereka piawai membuat lirik yang terasa pas untuk diingat.

Diunduh dari site resmi Breakerz

Seperti dalam opening theme berjudul Everlasting Luv (eps. 530-546), banyak yang menyebut bahwa janji Shinichi Kudo untuk Ran tertuang disana. 
🎶Everlasting love. Meikyuu no youni meguru sekai de, kawaranai omoi wo kimi ni (Di dunia yang berputar seperti labirin Perasaanku tidak berubah padamu) 🎵. 
Uhuk. Atau Miss Mystery (eps. 642-666) yang mengingatkan pada kalimat Edogawa “Jika semua kasus disebabkan oleh laki-laki, maka misteri yang tidak bisa lihat kemungkinan besar adalah perempuan”. Serta We Go (eps. 774-789) dan Ikusen no Meikyu de Ikusen no Nazo o Toite

Untuk closing theme, single romatis Hikari (eps. 540-561) lagi-lagi merujuk pada hubungan Shinichi Ran. Kemudian ada pula Tsukiyo no Itazura no Maho (eps. 610-626), Overwrite (eps. 654-666), Yume Monogatari (eps. 865-875) serta Sweet Moonlight (eps. 1029-1038).

4. Garnet Crow, Si Paling Beda.

Sedikit berbeda dari band-band Jepang dengan kekhasan root musiknya di era milenial, Garnet Crow menawarkan pop rock yang cukup segar. Sayangnya band yang digawangi Yuri Nakamura, Okamoto, Azuki dan Furui ini harus bubar pada 2013.

Gambar diperoleh dari ameblo


Tak bisa dipungkiri genre yang agak western ditengah Jejepangan ini memang tak bisa menaklukan chart Oricon dengan mudah. Peak position mereka hanya di nomor 4. Itupun untuk lagu Over Drive sebagai lagu tema DC#14 The Lost Ship in The Sky.

Meski demikian, Mysterious Eyes sebagai opening theme eps. 168-204 punya tempat sendiri di hati penikmat Conan. Reffrainnya menyenangkan, meski di Oricon hanya dapat posisi ke-20. Ada pula lagu lain yaitu Namida no Yesterday (eps. 475-486), As the Dew (eps. 565-582) dan Misty Mistery (eps. 627-641) yang juga menjadi opening theme Magic Kaito eps. 2-6. Dentingan pianonya enak banget ini.

Sementara untuk closing theme yang pernah Garnet Crow garap adalah Natsu no Maroboshi (eps. 205-218), Yume Mita Ato de Mar (eps. 266-287), Kimi to lu Hikari (eps. 329-349), Wasurezaki (eps. 376-397), Sekai wo Mawaru to Yu Keredo (eps. 487-490) dan Doing All Right (eps. 530-539).

5. ZARD, Penuh Kenangan.

Anggota ini dan tetap kuintet Zard hanyalah sang vokalis Izumi Sakai. Dengan meninggalnya Sakai pada 27 Mei 2007, praktis keberadaan grup poprock inipun berhenti. Namun beberapa karya mereka tercatat pernah ada dalam waralaba Detective Conan.

Kembali gambar diunduh dari site Detective Conan World

Sebagai opening theme, satu hits cantik yang mengingatkan kita pada formasi girlband terdengar pada Unmei no Roulette Mawashite (eps. 97-123), Hohi no Kagayaki (eps. 394-414), Glorious Minda (eps. 487-490) dan Ai wa Kurayami de yang dinyanyikan bersama Aya Kamiki serta Morishita Siyon (eps. 491-504)

Sementara untuk closing theme ada Ashita o Yume Mite (eps. 307-328) dan Kanashii Hodo Anata ga Suki (eps. 425-437).

Bagi yang pernah menyaksikan The Fourteenth Target yaitu judul DC#2 pastilah ingat pada lagu melankolis berjudul Shoujo no Koro ni Modotta Mirai ni yang pernah menempati puncak Oricon di tahun 1998. Kemudian dalam DC#9 Strategy Above The Depths, Zard membawakan Natsu o Matsu Sail no Yo No dan DC#12 Full Score of Fear, Tsubasa o Hirogete.

6. Wands #5, Favorit !

Beberapa waktu terakhir, alasan kembali nonton serial animasi Conan adalah single milik WANDS, Makka Na Lip. Sebagai penyuka Shibasaki Hiroshi, kembalinya gitaris ini menjadi daya tarik sendiri. Bersama personel WANDS lawas yaitu Kimura Shinya mereka kembali pada band yang telah mereka besarkan 2 dekade silam.

Bedanya, mereka menggandeng vokalis baru Daishi Uehara untuk WANDS generasi ke-5 ini. Skill diatas rata-rata Shibasaki dan Shinya tersaji dengan tepat tanpa egoisme yang ribet. Namun tak juga bisa disebut biasa-biasa saja. Apalagi karakter suara Uehara juga mengingatkan pada band rock era 90’an yang berkarakter.

Meski sudah terbentuk pada awal kemunculan serial Detective Conan, namun keterlibatan WANDS terbilang baru. Mengawali debut vokali baru, Makka Na Lip hadir sebagai opening theme eps. 965-982. Dengan nuansa jazzyrock yang danceable dan judul yang menggoda rasanya tepat untuk menggambarkan karakter Vermouth yang yang juga se-keren itu sebagai villain.

Tak lama berselang, dari album ke-7 WANDS Version 5.0 menghadirkan Yura Yura sebagai opening theme eps. 1021-1032 dan Raise Insight di eps. 1077-1101.

Sementara Daitan menghiasai kompilasi serial TV yang terkait dengan movie ke-27 dengan judul Conan vs Kid the Phantom Thief. Muncul sebagai closing theme, lagu ini mengarah pada tokoh Kaito Kid.

Dan terbaru, masih dari album ke-8 mereka yang bertajuk Time Stew, WANDS menghadirkan Shooting Star sebagai closing theme eps. 1148-1157. Sejujurnya aransemen WANDS memang dikenal rumit sejak awal berdirinya band ini. Namun mereka selalu bisa menaklukan bagian-bagian lain menjadi sangat ear catchy. Intro lagu ini bahkan serupa alarm yang nyaring berulang, seolah menandai kita agar tak terlupa. Benar saja, reffrainnya tak membuat kita berhenti bergoyang.

Gambar diperoleh dari laman informasi musik Jepang, Barks

Meski menggambarkan kisah Shinichi Ran, tak ada perasaan melankolis. Yang ada adalah optimis dari perasaan lirih yang tertuang dalam lirik. "Daripada membenci apa yang aku benci, aku igin mencintai orang yang kucintai". Dalam lirik bahasa Jepangnya seperti ini : 
🎵Kirai na koto wo kirau yori mo. Taisetsuna hito wo aishitai.
Nah, setelah ini siapa lagi yang akan menjadi langganan pengisi lagu tema Detective Conan ya ?

Komentar

Popular

Funiculi Funicula

Mau Berbagi Suami (Lagi) ?