Newstalgia Radio
Selamat Hari Radio Nasional. Apa kabar industri radio saat ini ? Meski bukan lagi bagian dari gaya hidup kebanyakan orang, radio pernah jadi budaya pop sampai 2 dekade lalu.
Perhatikan deh tren 80 atau 90'an. Radio masih menjadi salah satunya. Itu juga yang tergambar dalam IQBAAL Season 2.
Tangkapan layar IQBAAL Season 2, tayang perdana 11 Juni 2024.
Series Youtube
Agak diluar kebiasaan memang. Namun, sesekali mantengin series lokal ya kenapa tidak ? Dengan jumlah episode singkat dan tayang di kanal youtube Vindes, harusnya udah bisa jadi nilai tambah nih.
"IQBAAL Season 2" terdiri dari lima episode dengan durasi antara 10 sampai 20 menit. Cukup singkat, tapi bisa banget memberikan gambaran suasana di balik kabin siar.
Dibintangi Iqbaal Ramadhan, idola anak muda ini memang tengah banyak mengangkat isu tren 90'an. Apalagi penayangannya pun di kanal milik salah satu dedengkot anak gaul era tersebut. Plus, mantan penyiar radio kenamaan pula. Ckckckck. Mantan (penyiar) memang masih suka gentayangan dimana-mana ya. Jiwa trendsetter sih.
Antasiar
Lima episode "IQBAAL Season 2" menceritakan perjalanan Iqbaal menuju siaran perdananya. Sungguh, pengalaman Desta dan kemudian Vincent di broadcast jelas terlihat di series ini. Peprintilan dunia siaran yang ditampilkan dalam adegannya membuat para mantan penyiar senyam-senyum.
Jadi ceritanya "IQBAAL Season 2" ini punya konsep seperti jurnal pribadi Iqbaal. Dimulai dari episode berjudul "Pindahan", si tokoh kemudian mengisahkan perihal tawaran membantu radio Antasiar FM. Radio yang sudah diujung kebangkrutan. Adapun tokoh lain adalah Bono, penyiar senior Antasiar dan Yara, produser acara.
Episode berikutnya bertema "Bersih-bersih", "Si Pengisi Suara", "Toko Musik Analog" dan ditutup dengan episode "Program Pertama".
Bagi mantan penyiar, melihat temanya saja ingatan bisa langsung screening kemana. Studio siar, ruang produksi, diskotik radio, spot iklan, surat pendengar, reportase hingga dead air radio. Dan menariknya istilah itu diperkenalkan melalui dialog santai antar tokohnya. Khas banget radio ketika bikin adlibs deh.
Newstalgia
Melalui komentar setiap penayangan "IQBAAL Season 2" ini dapat terbaca bahwa mendengarkan radio telah dianggap sebagai bagian dari nostalgia.
Pada dasarnya kita semua suka bernostalgia. Namun alih-alih mengikuti konsep nostalgia yang suka meromantisasi objek dengan karakter persis aslinya, yang kita perlukan saat ini justru bernewstalgia. Karena melalui newstalgia, objek tersebut kita perbaiki agar lebih relevan dengan masa kini
Sungguh serial ini mengantarkan Nyonya Manten berlari ke waktu yang jauh di belakang. Saat baru pertama menjadi penyiar magang.
Gegara ini ada euforia pikiran untuk kembali ke meja siar. Tapi bukankah target audiens telah berubah ? Mereka bukan lagi orang-orang yang rela menunggu penyiar selesai cuap-cuap hanya sekedar untuk mengantar makanan resto favorit sang idola. Kalaupun ada sekarang malah abang-abang ojol yang datang anter makanan pesanan.
Diakui interaksi yang terbangun melalui theatre of mind tetaplah keutamaan dari mendengarkan radio. Ada perasaan dicinta saat nama kita disapa penyiar atau lagu pilihan kita diputarkan.
Gen Z -target audiens segala jenis media- disebutkan penuh kecemasan atas tekanan sosial sepanjang waktu. Butuh solusi namun sangat tidak mau digurui.
Ibarat kata : influencer lebih didengar daripada expert.
Dan kita boleh menyebut series ini sebagai bagian dari pemengaruh kan ?
IQBAAL Season 2
Eps. 1 - Kehidupan Baru Iqbaal (18:37)
Eps. 2 - Hari Pertama Iqbaal Kerja (14:01)
Eps. 3 - Surat Misterius Untuk Iqbaal (11:56)
Eps.4 - Iqbaal Menjelajahi Toko Musik Analog (15:47)
Eps. 5 - Iqbaal dan Kenyataan Industri Radio (22:13)


Komentar
Posting Komentar