The Way of Shadows
Diluar ekspektasi. Ternyata membaca cerita aksi jauh lebih membuat penasaran daripada nonton film aksi. Apalagi pada bab pembuka. Inilah pengalaman pertama membaca novel aksi fantasi "The Way of Shadows" karya Brent Weeks.
Wetboy Sang Pendekar
Setelah sederet judul masih banyak dipinjam, alternatif pilihan lain pada aplikasi ipusnas merujuk pada sebuah novel bersampul ninja. Atau serupa ninja. Dan ternyata ini adalah seri pertama dalam trilogy The Night Angel. Kisah fantasi berlatar dunia sihir dan assasins. Wetboy.
The Way of Shadows karya Brent Weeks ini terbit pertama kali pada 2008 dan telah diterjemahkan dalam 12 bahasa. Oh iya, foto diatas hasil edit dari canva, karena Nyonya Manten baca melalui ipusnas ya. File sebesar 4,7 MB ini punya sekira 700 halaman.
Sinopsis
Cerita dimulai dengan suasana yang kelam. Kehidupan Azoth di Warrens terasa seperti di sudut-sudut suram yang tidak dikenal. Entah dunia sebelah mana, namun tingkat kejahatannya sama dengan di bumi. Ups !
Azoth, si remaja belasan tahun ini mesti berjibaku untuk bertahan hidup ditengah serikat Black Dragon. Ia hanya punya dua sahabat, Jarl dan Doll Girl. Ia dibekali kemampuan bertahan hidup yang cenderung lemah, namun punya angan-angan selalu melindungi kedua temannya itu dari siksaan Rat di organisasi. Sungguh, bagian awal ini memang cukup membuat tidak nyaman saat membaca.
Namun kehidupannya berubah ketika ia bertemu Durzo Blint, wetboy paling ditakuti. Bagi Master Blint, menghentikan kehidupan seseorang adalah pekerjaan penuh seni. Pekerjaan yang dilakoni dengan dedikasi. Sampai-sampai ia jadi kepercayaan pihak istana.
"Pekerjaan adalah pekerjaan. Yang tidak akan selesai sebelum selesai. Satu lagi kata mutiara dari Blint. Terima kasih." (hal. 311)
Dan begitulah kemudian Azoth menjadi seseorang dengan kedekatan emosional sebagai guru-murid rasa father-son dengan Master Blint. Azoth menjelma menjadi Kylar Stern. Wetboy yang memiliki persona. Meski masih jauh dibawah karisma Durzo Blint. Lah wong kalau dalam imajinasi, Master Blint itu serupa Dr. Strange.
Dalam perjalanan mencari karakternya, Azoth yang kemudian diharuskan menjadi Kylar bertemu dengan banyak orang. Ia bersahabat dengan keluarga bangsawan Logan Gyre, belajar membaca dari "geisha" Momma K, tinggal dengan keluarga Count Drake, serta bertemu gadis yang menjadi love interestnya Elene Cromwell. Sosok Doll Girl yang telah terselamatkan dari kehidupan gelap Warrens.
Setelah beberapa waktu berguru pada Master Blint, Kylar hampir putus asa karena dianggap tidak kunjung memperoleh "bakat"nya. Sampai kemudian ia tahu bahwa sebenarnya Ka'kari telah memilihnya. Seperti halnya Akhilleus Thorne. Cinta dan persahabatan menjadi kunci bagi mereka yang diberkahi ka'kari hitam.
Trilogi
Sungguh, akhir yang melegakan setelah kita ikut merasakan serunya pertarungan yang ada. Meski di beberapa sudut hati ada perasaan pilu atas keberhasilan yang teraih. Tidak menyesal memilih melanjutkan membaca. Meski di bagian awal sempat mau menghentikannya.
Setiap tokoh punya proporsi cerita yang menarik dan tidak berlebihan dalam kesatuan novel. Banyak loh yang enggak dispoiler disini terkait kisah Momma K atau tentang siapa antagonis bernama Roth.
The Way of Shadows merupakan seri pertama yang kemudian dilanjutkan dengan Shadow's Edge dan Beyond the Shadows. Sepertinya akan seru jika melanjutkan membaca 2 seri The Night Angel lainnya.
Namun, seketika terpikir bagaimana jika membaca novel serupa dengan latar budaya yang dikenal baik. Mmmmm... sepertinya hasrat membaca cersil meronta usai berkenalan dengan wetboy.

Komentar
Posting Komentar