Album Smile L'Arc en Ciel

Sejujurnya agak berlebihan. Tapi bagaimanapun, di kalangan Cielers, 31 Mei adalah LArcDay. Hari L'Arc~en~Ciel atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan sebutan Laruku. Dan harinya mereka ini sudah berjalan 12 tahun.

LArc Day

L'Arc en Ciel 20th Anniversary World Tour memang menyisakan kenangan tersendiri. Performa keempat personelnya yaitu Hyde (vo), Tetsu (ba), Ken (gi) dan Yuki (dr) sedang dalam kondisi super oke.

Tour dunia tersebut berakhir di Hawaii dan menjadi awal pengukuhan LArcday oleh walikota setempat. Sekaligus menjadi simbol kerjasama antar kedua negara, Hawaii dan Jepang. Sejak 31 Mei 2012 itulah, LArcday diperingati Cielers secara internasional.

Terlepas dari status yang bukan Cielers, world tour 20 tahun band asal Osaka ini memang jadi sedikit perhatian bagi divisi musik radio saat itu. Bagaimana tidak, urusan tiket konser itu sudah tersebar ramai melalui surel. Jakarta memang salah satu kota tujuan konser. Saat itu 2 Mei 2012 bertempat di Lapangan D Senayan, Jakarta. Tak lama usai album ke-12 mereka yang bertajuk Butterfly rilis.

Di daerah, saat itu belum terasa gaung dari album Butterfly ini. Mungkin karena hampir sebagian besar isinya rilis sebagai single di waktu-waktu sebelumnya. Album yang jadi berkesan nebeng anget di konsernya.

Anyway, nyesel banget sih saat batal nonton world tour mereka. Karena konser Jakarta itu disebut-sebut yang crowdnya paling mantap. Bahkan jadi 'provokator' Cielers Jepang untuk bisa seheboh itu saat Driver's High mengumandang.

Tapi dari setiap setlists konser L'Arc en Ciel, teriakan Haido yang menyeru "Are You Ready ?!" sudah seperti menjadi tombol klik untuk penampilan Ready Steady Go. Salah satu hits dari album Smile yang menjadi awal gandrung Jejepangan.

Smile

Album dengan sampul berwarna dominan kuning ini cukup ikonik. Berjudul SMILE namun memasang emoji X_X. Rilis pada tahun 2004 silam dan mendapat ulasan dari majalah remaja khusus cowok saat itu. Belum lagi MTV yang menjadi kiblat musik saat itu juga rajin menayang video klip mereka. Alhasil album inilah yang cukup membawa pengaruh akan keberadaan Cielers di Indonesia.

Album SMILE di Indonesia dirilis oleh Sony Music Entertainment Indonesia. Bahkan mendapat predikat platinum untuk 40.000 copy penjualannya termasuk dengan album The Best of L'Arc en Ciel dan Awake.


Hiatus 4 tahun akibat kesibukan project solo masing-masing personelnya, L'Arc en Ciel merilis album ke-9 pada Maret 2004 di Jepang. Jauh sebelumnya mereka telah melepas single Spirit Dreams Inside pada 2001 yang jadi OST Final Fantasy. Barulah di awal 2004, dua materi baru L'Arc dilepas hampir berurutan. Ready Steady Go dan Hitomi no Jyuunin.

Berisi 10 lagu dengan total durasi hanya 44:42. Dengan ciri Japanese rock yang mudah ditengarai dari bassline, nuansa anime maupun tarikan vokalnya. Banyak yang menyebutkan ini bukan album terbaik, namun popularitas mereka naik justru melalui album Smile ini. Perkembangan teknologi sepertinya turut memberi pengaruh. Mempermudah akses mengenal band yang enggan disebut sebagai Visual Key ini.

Style ikonik personel LArc en Ciel saat world tour 2012. Foto diunduh dari laman berbahsa Jepang, Barks.



Ready Steady Go cukup cepat mendapat tempat di hati penikmat musik Indonesia. Selain menjadi 2nd opening anime Fullmetal Alchemist, lagunya memang memiliki ketukan upbeat yang mengkatalis jiwa-jiwa muda. Lirik dan musiknya hasil kolaborasi Hyde dan Tetsu.

Single berikutnya dari album ini ditahbiskan sebagai salah satu super ballad L'Arc en Ciel adalah Hitomi no Jyuunin. Falseto sang vokalis di bagian reffrain bahkan menjadi challenge bagi sesiapa yang mencover lagu ini. Belum lagi interpretasi akan liriknya yang sentimental. Judulnya kerap diIndonesikan sebagai Cahaya Mata Itu atau Penghuni Mata Itu. Tidak paham mana yang lebih tepat. Tapi yang pasti sentuhan David Campbell sebagai string arranger menambah kesan betapa personalnya lagu ini di setiap pendengarnya.

Track lain nggak kalah OK kok. Selain Time Goes On yang terasa Tetsuya Ogawa banget, ada ciptaan Yuki berjudul Revelation yang memberi unsur dark di album ini. Atau Feeling Fine yang kekanakan (baca sebagai imut) namun menggoda khas Ken.

Album ini terbilang imbang dalam menunjukkan keahlian masing-masing personel setelah semua sibuk solo projek. Ken menyumbangkan Kuchizuke, Lover Boy, Feeling Fine dan Coming Closer.

Hyde memang cerdik untuk urusan menghandle seluruh lirik. Tapi jangan salah bahwa Eien dan Spirit Dreams Inside adalah dua lagu ciptaannya. Bahkan di lagu Spirit Dreams Inside, Hyde memainkan gitar akustik sendiri untuk sesi rekaman.

Sang drummer juga tidak mau anteng terus. Tuh di Revelation, Yuki turut serta mengisi bagian right side guitar. Termasuk programming pun dipegang olehnya. Pantas ya saat live lagu ini Yuki kerap keluar dari balik drumset.

Bagaimana dengan Tetsu ? Memang hitsmaker ya. Secara dia juga pendiri band. Tak heran jika Ready Steady Go, Time Goes On dan Hitomi no Jyuunin bisa seampuh itu di telinga pendengar. Six string bass miliknya juga turun di sesi rekaman. Khusus Time Goes On, lagu itu memang terasa personal bagi Tetsu. Selain mengisi part solo gitar, ia pun kemudian merekam lagu ini untuk album pribadinya.

Disaat nama L'Arc en Ciel mulai terdengar luas di pasar internasional, album Smile ini terasa keren banget. Apalagi pada saat itu, mayoritas kita belum teracuni album terdahulu mereka. NAH !! Namun apapun itu, Happy LArcday wahai (Tuan dan Nyonya) Cielers.

Informasi Album

Album : Smile (rilisan Indonesia)
Artist : L'Arc en Ciel
Label : Sony Music Entertainment Indonesia

Tracklist :
1. Kuchizuke (4:25)
2. Ready Steady Go (3:45)
3. Lover Boy (4:45)
4. Feeling Fine (4:17)
5. Time Goes On (4:44)
6. Coming Closer (5:14)
7. Eien (4:39)
8. Revelation (3:18)
9. Hitomi no Juunin (5:55)
10. Spirit Dreams Inside (3:47)

Komentar

Popular

Funiculi Funicula

Mau Berbagi Suami (Lagi) ?