Barong Nusantaraya

Momentum mudik akan segera tiba. Gambaran suasana asrinya alam kerap tergambar di ingatan, lengkap dengan keramah-tamahan masyarakatnya yang menebar senyum secara slooowww mooootiiion. Hal yang membuat kaum perantau merindukan tanah kelahirannya.

Gegara itu juga, jemari pun meraih sederet koleksi compact disc yang ada. Sampul dengan nuansa warna kayu hampir tak terlihat. Beruntung font berwarna putih diatas gambar mitologi barongan menjadikannya mencolok. Dari tampilannya saja sudah jelas bahwa unsur etnik kental didalamnya.

Album Perdana 

Judul albumnya adalah "Rasa-rasanya Indonesia" yang dibeli sekira 8 tahun lalu. Padahal ke gerai Demajors itu dekat dari rumah, tapi sensasi menerima paket pada saat itu begitu istimewa. Jadilah berkirim pesan ke pihak outlet, untuk minta dikirim EP ini via pos.





Sampul belakang yang didominasi biru langit menampilkan judul kelima lagu yang ada. Nah, bagi yang tengah rindu suasana kampung di masa kecil nan damai, track pembuka dirasa akan cocok "Pulang Kampung". Dominasi iringan keyboard memberi tanda bahwa band ini menawarkan aliran ketenangan ke telinga pendengarnya.

Notasi yang dibuat sedikit banyak terpengaruh unsur-unsur tradisional. Kabarnya Barong memang perlu 3 tahun untuk meracik unsur-unsur tradisional Nusantara yang mereka pelajari. Ditambah lirik indah yang membawa kita kembali mengenang masa kecil. Santun dan lembut.
 
Hamparan sungai maha luas.
Dia memanggilku
Wangi tanah berpeluk hujan.
Dia menungguku.

Setelah puas bernostalgi dengan keluarga besar, di track kedua Barong mengajak kita menilik sudut hati yang tengah merindukan seseorang. Ini seperti mengingat masa hendak mengenalkan calon pasangan pada keluarga besar. Ada hawa meditasi ditengah kecambuk kekalutan dan hasrat. Turida, sebuah judul yang diambil dari kitab Asmaradhana. Notasinya mengingatkan pada suatu gending yang sepertinya juga menginspirasi Melati Suci milik Guruh. CMIIW. Ada aura-aura keraton sih.

Tak ada dekat tanpa jauh.
Jarak hanyalah bumbu rindu
Waktu tak pernah memusuhi
Dua hati yang mencintai

BARONG adalah : Anda Wardhana (vokal/ukulele), Deny Indrajaya (gitar), SteshaTeza (bass), Albert Ricardo (keyboard/pianika), Ganda Saputera (perkusi). Gambar personel BARONG diunduh dari akun X Barong Nusantaraya


Selanjutnya curahan pikiran untuk alam hadir melalui "Peluk Untuk Bumi". Saat pulang kampung boleh dong kita turut berkontribusi untuk lingkungan. Minimal kalau sebelumnya tertib buang sampah, di kampung juga tetap harus sama. Nggak malah dengan santainya buang sampah sembarangan karena merasa kontribusi membagi salam tempel dong. Jadi, jangan sampai ibu bumi jadi berduka.

Sedihnya adalah malapetaka
Semua karena serakah kita
Tangisnya adalah mahabencana
Bumi ini butuh dicinta

Setelah sedikit berpikir serius, mari bersantai sejenak. Apalagi ternyata pujaan hati datang menghampiri kita yang memang tengah merindunya di kampung. Angin Laut, sebagai track keempat, seperti mengantar kita menemui harapan hati. Masih ada suasana riang, namun rasanya sudah sedikit lebih tenang.
 
Di sayup angin laut aku hanyut
Hembus bayu menggoda
Bibir kita yang bertemu dengan sengaja
Aku kamu tetiba saja jadi kita
Mungkin ini rasanya mencicipi surga

Suasana paling segar terasa dalam judul track terakhir yaitu "Kembang Desa". Notasinya mengingatkan kita pada suasana di sebuah desa masyarakat yang kental tradisi Sunda. Nada riang yang terbangun seolah menghempas semua kekhawatiran yang kerap muncul sebelum menginjakkan kaki untuk pulang.

Aduh, aduh, aduh cantiknya
Mata itu sungguh menggoda

Lima lagu yang dibawakan oleh BARONG (Nusantara) memang diakui apik secara lirik. Hanya memang masih agak canggung untuk replay otomatis. Notasinya terasa berulang pada beberapa lagu. Tapi untuk yang rindu mendengar sesuatu yang menenangkan, ini bisa banget masuk playlist.

EP "Rasa-rasanya Indonesia" dirilis pada 2015. Sepertinya seluruh lagu juga tersedia di akun youtube Barong Nusantara saat ini. Oh iya, terkait nama Barong, ini adalah pemberian Sawungjabo pada masa 'pengembaraan' sang vokalis Andawardhana. Mengacu pada makhluk mitologi di Bali dan Jawa berkepala singa dan berkaki empat atau dua. Dan merupakan simbol kebaikan, keindahan dan kekuatan melawan kejahatan. Pantes saja musiknya dominan tenang dan liriknya indah. Karena ini mantra. Doa.

Jadi, mendengar album ini itung-itung pun sambil berdoa agar bisa mudik lagi tahun berikutnya. Selamat bersua keluarga di kampung halaman. Titip salam yah.



Komposisi Album


Judul : Rasa-Rasanya Indonesia
Artist : BARONG
Label : Demajors
Rilis : Desember 2015
Durasi : 21 menit


Tracklist :
1. Pulang Kampung 3:21
2. Turida 5:00
3. Peluk Untuk Bumi 5:20
4. Angin Laut 3:23
5. Kembang Desa 4:16

Komentar

Popular

Funiculi Funicula

Mau Berbagi Suami (Lagi) ?