First Love (初恋)
♪ You are always gonna be my loveいつか誰かとまた恋に落ちても(Itsuka darekatomata koiniochitemo)I'll remember to loveYou taught me how ♪
Kan, rasanya muka tengil dengan senyum menawan itu seolah hadir lagi di depan mata. Lagu ini memang membawa kembali kenangan cinta pertama yang selalu punya tempat di hati. Seperti halnya Yae Noguchi dan Harumichi Namiki. By the way, sudah berapa kali mengulang pemutaran serial First Love ?
First Love the Series based on 90's Hits
Jujur saja, alasan menunda menonton serial ini adalah karena pemeran utama pria. Bukan tidak suka. Soalnya dorama terakhir yang ditonton juga dibintangi Takeru Satoh (Koi wa Tsudzuku yo Doko Made mo), masak harus stuck di pria yang sama sih. Setahun kemudian baru deh nekat nonton drama serial yang rilis November 2022 ini. Dan hasilnya ?
Promosi album perdana Utada Hikaru dari tangkapan layar serial First Love
Karena pada dasarnya adalah penikmat (beberapa) hits Jepang, maka First Love tentu saja masuk dalam daftar harus ditonton. Apalagi inspirasi utama film ini adalah karya fenomenal remaja 15 tahun pada 1999 silam. First Love by Utada Hikaru (宇多田ヒカル).
Hikki -demikian panggilannya- memikat lewat teknik vibratonya yang unik. Tentu saja itu jadi nilai plus diluar kepiawaiannya menulis lagu di usia belia. Pemenggalan frasa dalam cara bernyanyi Hikki juga berbeda. Dari salah satu tulisan Billboard, mau tidak mau akhirnya memperhatikan juga bagaimana bait pertama First Love dinyanyikan.
Saat menyanyikan saigo no kiss wa yang artinya ciuman terakhir, Hikki mengambil napas pada setiap ada vowel "i". Coba rasakan, bukan sekedar teknik bernyanyi tapi juga penghayatan yang menarik. Bukankah kita juga kerap mengambil napas panjang sebelum berciuman ?
Sementara pada kata tabako pada kalimat tabako no flavor ga shita (terasa seperti rokok), ia justru menahan napasnya. Whoaaa cerdas juga ya caranya menginterpretasikan kata dan napas sehingga didapat gambaran perasaan yang campur aduk itu. Lirik inipun digambarkan secara apik oleh Tasei Kido dan Rikako Yagi yang memerankan 2 tokoh utama saat berusia remaja.
Mengemas lagu menjadi sebuah cerita panjang bukanlah perkara mudah. Salut untuk kerja keras sutradara Yuri Kanchiku. Kemasan nostalgia masa kejayaan dorama Jepang kembali tercermin disini. Dan terlebih lagi semua itu relate dengan audiensnya.
Lihat saja : kisah cinta pertama yang malu malu tapi mau, ciuman pertama yang mendebarkan, telepon yang bisa dibajak orang satu rumah, hingga rok sekolah yang ditekuk-tekuk di pinggang biar berasa modis. Karena kita mengalami ini, maka First Love-Hatsukoi jadi terasa indah untuk kita.
Kisah Cinta Khas Dorama Lawas
Serial ini sebenarnya bukan semata tentang kisah cinta. Ini serial tentang kehidupan. Meski menganut alur maju mundur, film ini justru terasa mengalir untuk dinikmati. Tanpa skip kan ?
Satu-satunya yang masih membuat kita meraba-raba kisah ya hanya episode pertama. Audiens yang belum begitu memahami perpindahan tone antara tahun 1998 dan 2020, dibuat bertanya-tanya akan pertalian Tsuzuru, Yae dan Namiki. Pasti ada aja tuh yang nyeletuk "kok tahun 1998 ada yang main instagram" atau "mereka ini beda sekolah atau apa?".
Tapi kebingungan itu sirna ketika rentetan cerita bergulir. Masa lalu tokoh utama membuat kita memahami berbagai pengalaman hidup yang menjadi pondasi karakter mereka.
Beberapa bagian memang sukses membuat kita ikut menangis. Seperti saat Yae melepas Tsuzuru atau isi pidato Harumichi di pernikahan Yu. Tapi yang diam-diam berasa nyesek justru Tsunemi saat menghindari "obrolan" dengan tunangannya dengan ngomong terus tanpa henti sebagai upaya menjadikan "hubungan mereka baik-baik saja". Duh, emang bener jangan pernah menjalin hubungan dengan orang yang belum selesai dengan masa lalunya.
Hatsukoi Kelanjutan Hits First Love
Seperti halnya single First Love yang tak pernah usai bagi para pecintanya, maka sang penggubah pun meluncurkan Hatsukoi 初恋 pada 2018. Satu kata yang memiliki makna sama yaitu cinta pertama. Rentang 1 dekade perjalanan karier Utada, tentu membawa perubahan. Dan ini pula yang membuat serial semakin hidup. Kisah yang bertumbuh seiring waktu.
Yae berjalan didepan baliho promo Hatsukoi. Artinya set sedang berada di tahun 2018 ya (tangkapan layar serial First Love)
Meski belum mampu melampaui rekor album perdana First Love 1999 yang mencatatkan penjualan tertinggi sepanjang perjalanan sejarah musik di Jepang, Hatsukoi sendiri menjadi album terlaris kedua oleh Sony Music secara global pada kuartal kedua tahun 2018.
Jika First Love memperdengarkan pengalaman jatuh cinta, maka Hatsukoi terasa lebih matang dalam mengartikan cinta. Suara Hikki terdengar lebih dalam meski ia menggunakan nada yang lebih tinggi dalam Hatsukoi. Dan unsur orkestra yang mengiringnya menjadikan single ini memancarkan keinginan tetap kuat dalam kerapuhannya.
♪ I need you, I need you ♪
Dengan cerita sederhana yang mumpuni serta pengambilan gambar yang istimewa rasanya tak berlebihan jika kemudian First Love didapuk menjadi salah satu serial terlaris. Dan bersiaplah akan reaksi yang sama seperti tokoh yang diperankan Hikari Mitsushima saat mendengarkan First Love dari discman Sony di akhir episode 8.
Yae dan Tsuzuru saat berbagi earphone mendengarkan "First Love". Ayo, jujur dalam hati saja, apa sebab ikut menangis di bagian ini ? (Tangkapan layar serial First Love)
Selamat mengenang cinta pertama wahai Anda, Tuan dan Nyonya.



Jadi meresapi cara baca "saigo no kiss wa" yang benar nih
BalasHapus