REBORN, lagu tema Keajaiban Toko Kelontong Namiya
Seandainya masih siaran, Nyonya Manten mungkin akan terdengar melalui radio mobil dalam perjalanan afterhour mengatakan ini.
"Dibawakan oleh dua penyanyi berbeda. Lagu yang berbeda. Namun memiliki judul sama persis. Dengan behind the song yang sama. Please here welcome, REBORN"
Adaptasi Novel Laris
Reborn. Diartikan sebagai "terlahir kembali", karya seorang musisi putra pemilik toko ikan ini memang sangat menyentuh hati. Ia berhasil menciptakan satu instrumen yang langsung nempel di ingatan seorang bocah penghuni panti asuhan. Sayangnya sang musisi meninggal secara tragis dan mewariskan Reborn kepada si bocah.
Gambar diunduh dari Gramedia ya
Diadaptasi dari novel Keajaiban di Toko Kelontong Namiya karya Keigo Higashino, lagu Reborn hadir di dua negara tetangga sebagai bagian dari live actionnya. Hanya berjarak 5 tahun dari novelnya, imaji musik itu diperdengarkan pada khalayak.
Novel fantasi memang menarik. Begitupun cara Keigo meramu kisah melankolik sejumlah tokoh yang terhubung melalui time travel. Membuat tanpa sadar berucap "cara kerja takdir sungguh unik".
Dalam terjemahan 400 halaman, bagaimana perjalanan para tokoh bertemu dengan Pak Namiya terangkum dalam lima bab : Jawaban ada di kotak susu; Alunan harmonika di malam hari; Semalam di Civic; Mengheningkan Cipta bersama The Beatles; dan Doa dari langit.
Melalui "jawaban ada di kotak susu", Keigo memang membuat kita seolah langsung ikut menemukan kunci atas misteri yang akan menimpa Atsuya, Shota dan Kohei di rumah toko itu. Rasanya jadi sok tahu sekali kemana arah endingnya. Namun tanpa disadari ada plot twist yang menyesakkan disana. Keigo Higashino yang lebih dikenal dengan novel misterinya ternyata piawai menceritakan fantasi ringan namun sarat makna.
Musisi Toko Ikan hanya salah satu yang menceritakan kisahnya pada Pak Namiya melalui korespondensi. Ada banyak lagi yang lain. Pak Namiya Yuji membuka layanan problem solving, sih. Pelanggannya bukan saja sekedar anak sekolah dasar seputar kompleks, namun merambah ke orang dewasa.
Lihat saja nama pengirim problema itu. Kelinci Bulan, Musisi Toko Ikan, Bocah Nilai 100, Paul Lennon, Green River hingga Anak Anjing Yang Kebingungan. Dari nickname-nya saja sudah terlihat ada masalah ya. Nyonya Manten kok merasa nama-nama itu mirip nickname pendengar radio era 90'an.
Dan lebih trouble lagi, saat urusan berat mereka jadi bersinggungan dengan ketiga pemuda yang baru saja mencuri di rumah seorang pengusaha perempuan dekat tempat tinggal mereka. Adalah Atsuya, Shota dan Kohei yang uji nyali bersembunyi dalam Toko Kelontong Namiya yang sepertinya telah kosong bertahun-tahun.
Tentang Lagu Reborn
"Lalu kaitan cerita dengan lagu Reborn ?"
Ceritanya itu adalah hits yang dinyanyikan teman sepermainan Atsuya cs.
"Si Musisi Toko Ikan ?".
Bukan. Artis pendatang baru itu seorang perempuan.
"Mrs. Musisi Toko Ikan ?"
Bukan juga.
"Pengusaha. Pengusaha ikan ?"
Yang baru kecurian ? B-U-K-A-N.
Bagi yang pernah membaca novelnya pasti cukup familiar dengan bagian ini. Ada di bab kedua. Bayangkan. Apa yang akan dinyanyikan anak muda di negeri matahari terbit pada 2012 dengan musik 80'an yang diremake ? Nah, jadi ceritanya "Reborn" ini diciptakan seorang musisi biasa dan diperdengarkan secara luas pada momentum Natal di panti asuhan pada tahun 1980. Dari sini, secara psikologis kita akan mendapat gambaran sebuah ballad yang minim instrumen.
Uniknya ketika otak kita membayangkan karya tersebut, dua alihwahana novel ini benar-benar merealisasikan Reborn dalam bentuk lagu.
Ini bukan bermaksud membandingkan ya, tapi rasanya prefer ke Reborn versi negara asalnya sih. Kabarnya Om Tatsuro Yamashita pun merasa tertantang untuk membuat lagu yang menjadi karyanya ke-50 ini. "Lagu paling sulit", katanya.
Yap, pertama mencoba menyusupkan kembali atmosfer citypop yang "natsukashii" dalam drama Jepang terbaru tentu perlu effort. Ini sesuatu yang langka dalam tayangan film drama Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Biasanya J-pop ala ala Radwimps gitu kan di film. Namun kali ini sentuhan ajaib Tatsuro Yamashita, membuat "lagu orisinil Musisi Toko Ikan" lebih dari ekspektasi. Mana beneran ada versi harmonika pula.
たましいは決して (tama shii wa kesshite)滅びることはない (horobiru koto wa nai)
Ini kalau diterjemahkan bebas ya "jiwa tidak akan pernah binasa"
Meski liriknya mengharukan karena berupa pesan khusus dari Seri-chan untuk Katsuro-san yang sudah meninggal, namun seuntai senyum dapat ditularkan dari gambaran kenangan pertemuan mereka. Ini seperti perasaan yang sama saat mengingat masa Eyang mengajarkan membedakan kencur dan jahe. Simpel tapi emosional dan tidak membosankan.
Selalu ada perasaan ingin berterima kasih ya rasanya atas semua kenangan tersebut meski harus ada perpisahan.
少しだけのさよなら (sukoshi dake no sayonara).
Benar-benar natsukashii lagu Reborn ini.
Meski sejujurnya lebih nyaman berfantasi melalui novelnya tapi Reborn karya Tatsuro Yamashita adalah wujud fantasi yang istimewa.


Komentar
Posting Komentar