ROTI GO, Brood Bakery
Yakinkah bisa mengecap suatu rasa hanya dari namanya saja ? Jika jawabannya bisa, bagaimana dengan Kopibrood ?
Roti Go, Brood Bakery
Wah, dari namanya langsung terpikir kalau ini penyebutan lokal untuk coffee bread alias roti kopi kan ? Maaf saja Nyonya dan Tuan, Anda keliru. Kalau tak percaya, come on, kita ke Purwokerto dan enjoy Kopibrood. Salah satu kota di bagian barat selatan Jawa Tengah ini cukup mudah kok dicapai lewat darat, baik kendaraan pribadi maupun kereta api bisa jadi pilihan.
Taken from instagram @roti_go
Kopibrood bagi orang Purwokerto lebih dikenal sebagi "Roti jari". Lihat saja bentuknya, mirip kepalan jemari kan ? Ukuran boleh terlihat kecil, tapi makan satu saja rasanya mengenyangkan. So, enggak salah juga jika ada pesanan separuh kopibrood untuk isian snack box. Selain lebih hemat, juga tidak terlalu berat menunya. Ini kata mbak yang jaga loh ya.
Seperti apa sih gambaran roti jari khas Toko Roti Go Purwokerto ini ? Kopibrood ini sejatinya adalah adonan roti lembut dengan isian. Memang penganan seperti ini masih mudah ditemukan di bakery modern sekalipun. Namun entah mengapa citarasanya terasa berbeda.
Apakah isian kopi yang membuatnya berbeda ? Eits ! Kata siapa isinya rasa kopi ? Karena kopibrood ini berisi adonan kacang tanah dan cokelat yang menjadikannya legit. Uniknya lagi masih dimasak dengan metode panggang tradisional. Ulala, kudapan yang sangat cocok untuk teman minum kopi. Makanya dinamakan "K O P I B R O O D".
Varian Kue Jadul
Pastry Kacang Mete yang dibawa pulang
Roti Go memang menawarkan sejumlah kudapan baik roti maupun kue kering produksi mereka sendiri. Jika memang pecinta kacang, selain kopibrood bisa juga memilih Pastry Kacang Mete.
Bakery ini menyediakan tipe roti legendaris semacam Onbitjkoek, Roti Sobek, Roti Pisang Coklat dan Soes. Kalau ditanya apa yang paling suka ya GONAT dan WARMBOL, roti lembut dengan isian krim yang lembut dan ringan. So yummy. Krimnya benar-benar enak, tidak kemanisan, tidak terlalu creamy tapi tidak enek dan tidak ada aftertaste di langit-langit mulut. Kenapa ya rasa begini hanya ditemukan di bakery jadul aja ?
Bukti jadulnya bakery ini juga terlihat dari kue-kue kering yang dijual. Sebut aja tuh Bangket Jahe, Roti Kacang, Irut Mentega dan Roti Bawang.
Taken from instagram @roti_go, Jalan Jendral Sudirman no.724 Purwokerto.
Sejak Zaman Belanda
Pada 1898, Oey Pak Ke Nio dan suaminya membuka usaha toko roti tradisional di Purwokerto yang kemudian dinamai ROTI GO. Nama Go diambil dari marga keluarga suaminya Go Kwe Ka. Kalau tidak salah, pada periode tersebut di Purwokerto sudah berdiri pabrik gula atau Suikkerfabriek Kalibagor sebagai salah satu bentuk usaha hasil Cultuur Stelsel di tanah air.
Apakah keberadaan para kontrolir pabrik gula maupun orang-orang Belanda lain yang bermukim di Banyumas menjadi salah satu alasan dibukanya toko roti ini ya ? Mengingat roti kan makanan orang Eropa dan ini toko roti pertama juga di kota ini (atau bahkan di Indonesia seperti informasi yang banyak beredar). Mungkin enggak sih begitu ? Ups, opini tak berdasar macam apa ini ? Hehe. Please, forget it.
Sejak 1898 Roti Go memilih mengoperasikan oven tradisional yang terbuat dari batu bata dengan ukuran yang besar dan masih menggunakan kayu bakar saat memanaskan ovennya. (Belum lagi mereka tak meninggalkan daun pandan sebagai salah satu bahan tambahan pangan tradisional dalam adonannya).
Pantas saja aroma dan citarasanya khas. Meski terlihat ketinggalan jaman, mereka mempertahankan alat dan proses pemanggangan tradisional tersebut hingga kini. Padahal dulu Roti Go pernah terbakar loh semasa Clash II.
Lebih dari seabad, Roti Go terus mempertahankan penggunaan bahan-bahan pilihan dan proses pemanggangan tradisional hingga tak kehilangan kualitasnya. Karena tanpa bahan pengawet, Roti Go selalu menyediakan fresh bread from the oven. Memang produksinya terbatas, namun tak perlu ragu karena produknya selalu baru.
Seperti kedatangan Nyonya Manten pagi itu yang tak bertemu Roti Contong Krim Meses, bukan karena kehabisan namun masih harus menunggu matang. Dan sayangnya itu berbarengan dengan jadwal kepulangan. Ah ! Lain kali sepertinya perlu mengagendakan secara khusus belanja di Roti Go jika sedang di Purwokerto.



Komentar
Posting Komentar