Cerita Detektif Amelia Butterworth
Miss Butterworth. Namanya seketika menggeser reputasi seorang detektif kenamaan di New York, Mr. Gryce. Analisanya kemudian didengarkan banyak pihak dalam memecahkan suatu kasus.
Padahal beberapa pekan sebelumnya di September 1895, suaranya hanya didengar sambil lalu oleh polisi yang lewat didekat rumahnya. Bahkan ia harus mengulang permintaannya agar polisi percaya akan satu kejadian yang membuat seisi kota dirundung misteri.
Tante Amelia Butterworth, Amatir tapi Solutif
Miss Butterworth adalah seorang perempuan cerdas, modern dan mandiri ditengah masyarakat puritan Amerika kala itu. Ia peka melihat persoalan dari sudut pandang seorang perempuan dengan kemampuan melihat detail yang tak terbantah. Bukan ahli deduksi di awal kariernya. Malahan hanya amatir. Tapi kejeliannya membuat kasus penemuan mayat perempuan tanpa identitas di rumah kosong milik tetangganya di Gramercy Park jadi terang benderang.
Namun benarkah ia Louise menantu van Burman yang tidak diakui ? Sedang apa ia di rumah kosong yang ditinggal penghuninya ke Eropa itu ? Nah kan, bagaimana hal sedemikian itu tidak memancing kepala-kepala tetangga melongok dari jendela coba.
Berbekal pengetahuannya akan fashion, manner, dasar-dasar kepo yang luar biasa (layaknya kita memandang furniture baru tetangga), hingga segala perihal terkait perempuan membuatnya menyingkap misteri di kediaman Silas van Burman sebagai kasus pertamanya. Sejak saat itulah ia setara dengan Ebenezer Gryce, detektif kepolisian gaek di New York.
Nyonya Manten membaca Affair Next Door karya Anna Katherine Green versi terjemahan bahasa Indonesia yang pertama terbit Agustus 2013 oleh Visimedia.
Detektif Perempuan Pertama
Misteri Amelia Butterworth terdiri dari 3 judul dimana kesemuanya adalah berkat tangan dingin Anna Katherine Green. Judul pertamanya That Affair Next Door diterbitkan pada 1897.
Green pada mulanya adalah seorang penulis syair, namun respon yang kurang membuatnya beralih menjadi penulis fiksi detektif pertama di Amerika yang melahirkan "The Leavenworth Case" pada 1878. Ia mengaku banyak terinspirasi Edgar Allan Poe. Barulah tokoh perempuan sebagai sentral dikembangkannya melalui Miss Butterworth. Perempuan setengah abad yang kadang usil serba ingin tahu. Keputusannya untuk hidup sendiri membawa keuntungan untuk Miss Butterworth menyelidiki berbagai kasus.
Amelia Butterworth adalah role model dari tokoh detektif perempuan Jane Marple karya Agatha Christie yang lahir jauh setelahnya. Jadi rasanya tak berlebihan jika Green mendapat predikat "Ibu dari Novel Detektif".
"That Affair Next Door" telah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa. Termasuk bahasa Indonesia pada 2013 silam. Pengembangan cerita yang unik dengan plot twist dan sudut pandang cerita yang mencengangkan (maklumi saja terjemahannya yang kadang membingungkan) membuat novel setebal 408 tak sampai seminggu habis dibaca usai jam kerja.
Sungguh sangat tidak menyangka bagaimana pelaku dan rentetan kejadiannya seperti itu. Keren sekali cara Green mengemas detail cerita hingga pembaca kebingungan menebak siapa pelaku dan bagaimana kejadian sebenarnya. Kok bisa ya dari sebuah peniti, .... ups !! agak tidak fair kalau ceritanya dispoiler ya.
Sepertinya seri Miss Butterworth yang Lost Man's Lane dan The Circular Study perlu nih dilanjutkan pencariannya. 😊

Komentar
Posting Komentar