Banyumas Delight
Judul dulu atau genre musik dulu yang jadi prioritas ketika mau mendengarkan karya tak dikenal ? Kalau Nyonya Manten sih jujur saja suka tergoda judul. Album Jazz Masa Kini : Indonesian New Wave Jazz salah satunya.
Jazz Indonesia pada 2006
Gegara track terakhir berjudul Banyumas Delight langsung saja dulu tuh main koleksi albumnya. Ya, sebagai warga keturunan Banyumas Raya, melihat judul begini langsung cèg uwi uwi (menetapkan pilihan tanpa bisa dialihkan : bhs Jawa).
Jazz Masa Kini merupakan kompilasi karya beberapa musisi jazz muda 17 tahun silam yang namanya sedang mulai menggeliat. Belum bisa disebut populer di industri kita tapi namanya punya torehan prestasi.
Indra Aziz, Parkdrive, Rifka, Mian Tiara, Tomorow People Ensemble sampai Shelomita mengisi tracklist album yang dirilis tahun 2006. Tak disangka, album ini menjadi pilihan segar ditengah gempuran pop melayu.
Dibuka oleh acapela Indra Aziz, album ini membuat kita bertanya-tanya apakah semua track acapela ? Jakarta City Blues menggambarkan crowdednya lalu lintas ibukota. Nuansa blues membalut kritikan dalam lirik. Biasa kan. Bedanya kali ini adalah lirik berbahasa Indonesia yang mempermudah kita memahami isinya.
Albumnya tidak mudah diperoleh di pasaran saat itu. Apalagi di daerah. Darimana Nyonya Manten dapat album ini ? Tentu saja karena privilege sebagai orang radio. Hehe
Berikutnya intro Opustre Big Band yang dimotori Ricky Lionardi dan Indra Aziz membawa kita ke sebuah suasana pesta. Mereka didaulat membawakan karya Ismail Marzuki dengan vokalis bersuara altonya yang khas. Hey hey siapa dia. Yuhuy, Shelomita and Opustre Big Band membuat Payung Fantasi tetep asyik di telinga anak muda.
Baik Indra Aziz maupun Ricky Lionardi, keduanya masih juga terlibat di beberapa track lain dalam album ini. Bobb Quartet dengan Indra Aziz didalamnya membawakan Whatever Works. Dan Ricky berkolaborasi dengan Riza Arshad membuat Three Colours jadi memiliki lirik melalui lantunan suara Mian Tiara.
Nama yang sedang cukup familiar di kalangan penikmat jazz muda selanjutnya adalah drummer Rayendra Sunito. Bersama bandnya yaitu Parkdrive, kita disuguhi Mengenang Cinta yang sepertinya masih cukup ngepop buat yang baru pertama dengerin jazz.
Selain judul yang Nyonya Manten sebut membuat kesengsem di awal ada juga track menarik yang sayang buat dilewatkan. Moscow Morning judulnya. Nial Djuliarso jenius yang kerap memperoleh beasiswa di sekolah musik karena bakatnya. Nial bahkan sudah terbiasa dengan beratnya iklim kompetitif jazz di Amerika dan Eropa. Moscow Morning adalah komposisinya yang tak hanya memenangkan sebuah festival internasional namun juga menenangkan kita yang mendengarnya.
Banyumas Delight
Tak mau kalah dari ademnya Moscow Morning, sejuknya Banyumas Delight menutup rangkaian album ini dengan membuat kita tak berhenti tersenyum. Sequoia, band fusion jazz yang terbentuk di tahun 1999 ini awalnya banyak memainkan Casiopea bahkan sampai Top 40. Sesuai namanya Sequoia menawarkan kecantikan yang mendamaikan melalui Banyumas Delight ini. Dijamin ikutan senandung sama Mbak Menuk kan.
Karya ciptaan sang drummer, Bemby Gusti ini ternyata juga dirilis ulang akhir tahun lalu dengan sentuhan city pop yang menjadikannya lebih fresh. Aransemen baru itu kemudian membuat judulnya pun kini berubah menjadi "Delight" saja. Asyik sih, tapi Nyonya Manten terlanjur jatuh hati sama Banyumas Delight.
Komposisi Album
Album : Jazz Masa Kini The New Wave of Indonesian JazzRilis : 2006
Durasi : 62 menit 24 detik
Label : Aksara Records
Tracklist :
- Jakarta City Blues - Indra Aziz (4:07)
- Payung Fantasi - Shelomita and Opustre Big Band (2:38)
- Whatever Works - Bobb Quartet (5:43)
- Nature - Imam Pras Quartet (7:11)
- Three Colours - Mian Tiara featuring Riza Arshad & Ricky Lionardi (3:42)
- Mengenang Cinta - Parkdrive (5:15)
- Moscow Morning - Nial Djuliarso (9:03)
- Without Me - Rifka Rachman (2:48)
- Hecta Dance - Sixth Element (10:37)
- Wham Bam Thank You Ma’am!!! - Tomorrow People Ensemble (5:37)
- Banyumas Delight - Sequoia (5:43)

Komentar
Posting Komentar