The Little Nyonya dimata Nyonya Manten

The Little Nyonya (2020) menjadi pilihan untuk unggahan perdana Nyonya Manten. Serial yang diproduksi ulang dengan sinematografi yang lebih memanjakan mata. Tanpa melupakan perjuangan seorang perempuan peranakan di tanah Melaka yang disebut Nyonya.

Di Indonesia, Nyonya lebih mengacu pada panggilan untuk perempuan yang sudah menikah. Pasangan dari Tuan. Namun jika mau sedikit menarik ke belakang, Nyonya adalah sebutan bagi perempuan asing di Jawa. Entah Eropa, Tionghoa atau hasil kawin campur. Hampir mirip, di Singapura (termasuk Malaysia) Nyonya dari kesatuan Baba Nyonya adalah Tionghoa yang lahir maupun berkawin campur di wilayah tersebut. Tak heran, budaya peranakan inipun sangat khas dan menarik.

Serba Nyonya

Kueku, talam, dadar gulung itu disebut Kuih Nyonya. Kemudian Laksa adalah contoh masakan Nyonya yang ternama. Dan jangan lupakan tentang menyulam mote sebagai salah satu ketrampilan Nyonya. Serial ini menggambarkannya dengan sangat cantik.


Tinggal di semenanjung Melayu, membuat Baba Nyonya juga bisa berpantun. Namun yang paling identik tentu saja kebaya dan sarung encim yang dikenakan para pemainnya. Sepanjang 45 episode, busana tersebut jelas mendominasi. Bagaimanapun "The Little Nyonya" memang mengambil setting sejak 1930an.

Sinopsis The Little Nyonya

"The Little Nyonya" menceritakan perjuangan hidup perempuan peranakan lintas generasi. Diawali dari generasi kedua bernama Ju Xiang. Meski terlahir dari istri kedua, ketrampilan yang dimiliki sangat khas seorang Nyonya. Sayang, perlakuan keluarga besarnya membuat Ju Xiang hanya bisa tinggal di dapur. Menemani ibunya, Tian Lang yang pada awalnya adalah pelayan keluarga kaya raya di Malaka, Huang. Kehilangan Nenek Huang, membuat Ju Xiang mengalami bisu tuli sejak usia 9 tahun. Dan sejak itulah perjalanan hidupnya yang berliku dimulai.

Hidup dalam akar budaya yang sangat kental patriarki, menjadikan para Nyonya tak punya banyak pilihan untuk hidupnya. Akses mengenyam pendidikan dibatasi, pergaulan diawasi, dan tentu saja urusan pernikahan pun diatur.

Di rumah keluarga Huang, Ju Xiang juga hidup bersama ayahnya, istri pertama ayahnya serta ketiga saudara tirinya. Sebenarnya ayahnya cukup baik, namun tidak dengan lainnya. Terasa seperti menyaksikan Cinderella atau Bawang Merah Bawang Putih pada bagian ini. Dan seolah kita pun menanti seorang pangeran menjemput dan menyelamatkannya.



Meski disukai beberapa pria Baba dari keluarga terpandang, pilihan Ju Xiang justru jatuh pada seorang fotografer keturunan Jepang, Yousuke Yamamoto. Tentu saja dengan alur pertemuan yang tragis. Jelang World War II, sentimen terhadap Jepang memang meningkat di Asia Tenggara. Keturunan Tiongkok di Singapura dan Malaysia banyak turun berdemo meminta Jepang angkat kaki dari wilayahnya. Hal ini jelas berat bagi Yousuke, apalagi saat itu kondisi Ju Xiang tengah hamil anak pertama mereka.

Penokohan beralih ke generasi ketiga Yue Niang Yamamoto. Menyaksikan ayah ibunya mati ditangan tentara Jepang membentuk karakternya yang kokoh dan mandiri. Ia kembali ke rumah keluarga Huang untuk tinggal bersama neneknya. Seperti ibunya, kisah perlakuan tak adil itu berulang. Berhasilkah Yue Niang mempertahankan sebutan Nyonya dalam keluarnya yang kental menganut sistem Baba Nyonya ?

Remake

"The Little Nyonya" merupakan remake drama seri berjudul sama garapan Mediacorp Singapura pada 2008. Sementara versi 2020 ini digarap oleh rumah produksi Tiongkok. Pantas ya aksen menyebutkan kata "nyonya" agak berbeda. Satu-satunya hal yang sama adalah pemeran Yosuke Yamamoto. Entah ramuan apa yang membuatnya tetap muda seperti pada tayangan 2008. Bahkan kali ini karakternya pun lebih tergali. Seperti terjawab tabir tentangnya.

Gambar atas adalah versi 2008 dan dibawah ini dari versi tahun 2000. Tetap saja tak bisa lepas pandang dari pemeran Babanya Yue Niang.


Sejujurnya tayangan drama serial Tiongkok selalu memiliki episode yang panjang. Padahal bisa saja diperingkas. Untungnya sinematografi "The Little Nyonya" cukup menawan. Nggak tahan lihat kulinernya kan ? Hanya sayangnya daerah tinggal mereka terkesan buatan. Terlalu rapi. Padahal kita paham di Asia Tenggara jarang banget ada pecinan serapi itu sampai sekelilingnya ya kan ? Penasaran ? Ada kok di youtube untuk episode awal. Selebihnya bisa pakai layanan berlangganan ya.

Soundtrack

Nah, sebagai mantan orang radio, rasanya kurang afdol tanpa memperhatikan soundtrack. Di telinga Nyonya Manten, lagu pembuka "The Little Nyonya" versi 2020 Beautiful For Whom yang dibawakan oleh Young 曹楊 ini lebih terasa khas drama romance Tiongkok daripada citarasa Peranakan.

Sementara di tahun 2008, Olivia Ong sepertinya perlu berbangga karena lagu pembuka berjudul 如燕 ini kental sekali unsur campuran Tiongkok dan Melayunya. Dan, Nyonya Manten suka sekali versi ini. Tapi untuk sinematografinya versi 2020 lebih juara sih. 

Komentar

Popular

Funiculi Funicula

Mau Berbagi Suami (Lagi) ?